Senin, 26 Desember 2011

faktor penyebab kegemukan



Faktor penyebab gemuk


  Makan berlebihan merupakan salah satu kegiatan yang dapat menyebabkan kegemukan. Namun ada beberapa faktor lain yang dapat memicu kegemukan.
   Kalori yang terlalu banyak diserap tubuh dapat menyebabkan tubuh kehilangan keseimbangan. Akibatnya, karbohidrat yang diserap terlalu banyak akan menimbun kalori yang banyak bagi tubuh. Kegemukan bisa terjadi. Selain itu, kurang nya istirahat juga akan mempengaruhi badan menjadi lebih gemuk. Ada faktor lain yang dapat memicu kegemukan itu sendiri. Berikut akan kita bahas beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegemukan pada seseorang.
  • Stres.
    Ini salah satu faktor yang menambah berat badan menjadi lebih banyak. Karena apabila stres biasanya akan lari ke makanan. Karena efek makanan bila sedang stres akan menenangkan otak. Maka dari itu, untuk menghindarinya, jika stres melanda usir dengan melakukan kegiatan lain yang berguna atau berolahraga.
  • Obat-obatan.
    Akibat mengkonsumsi obat bermacam-macam. Salah satunya dapat meningkatkan nafsu makan serta mengubah gula darah menjadi lemak. Sebaiknya konsultasikan dahulu obat yang dikonsumsi pada Dokter ahlinya.
  • Gangguan kesehatan.
    Seseorang dengan gejala hipotiroidism akan mengalami kurangnya hormon tiroid dalam tubuhnya, sehingga metabolisme berkurang, nafsu makan berkurang, dan berat badan menjadi naik. Gejala ini pula biasanya akan disertai dengan mudah lelah, lesu, mudah mengantuk, mudah terserang flu dan pusing. Oleh karena nya jika gejala ini sudah menyerang, segera periksakan diri ke dokter.
  • Menopause.
    Bila masa menopause telah tiba, metabolisme dalam tubuh akan menjadi lambat, hormon pun akan ikut berubah. Maka akan timbul nafsu makan yang lebih, depresi bahkan kurang tidur. Kesemuanya itu akan menambah berat badan menjadi naik. Di anjurkan bagi para Wanita untuk selalu berolahraga walaupun masa menopause belum tiba, selain untuk mengantisipasi, juga dapat menunjang kesehatan dan tubuh menjadi lebih sehat.
  • metabolisme tubuh melambat
    Setelah usia 30, metabolisme tubuh melambat hingga hampir 5 persen setiap 10 tahun. Tubuh membakar 100 kalori lebih sedikit per harinya dibandingkan saat masih berusia 25. Pembakaran akan semakin berkurang hingga 200 kalori, menjelang usia 45 tahun.
       Untuk mengatasinya, cobalah membuat tubuh lebih aktif secara fisik. Gabungkan latihan angkat beban dalam rutinitas olahraga Anda, minimal dua kali sehari. Latihan ini berfungsi membangun massa otot yang akan meningkatkan metabolisme. Otot, bisa membakar 25 hingga 33 kalori lebih banyak dibandingkan lemak tubuh.
  • Kurang tidur
    Ada dua hal yang berkaitan dengan tidur dan kegemukan. Pertama, makin sering anda begadang makin mungkin anda ngemil di malam hari yang berakibat pada ekstra kalori yang diasup. Hal kedua adalah yang berkaitan dengan zat kimia dalam tubuh. Saat kita begadang, hormone yang memicu nafsu makan akan dikeluarkan, akibatnya kita akan merasa kelaparan saat bangun tidur. Hormone ini juga membuat perut tidak pernah merasa kenyang.
    • hipertensi
    Bila kelenjar tiroid (berada di sekitar leher, berbentuk seperti kupu-kupu) tidak mampu memproduksi hormone tiroid dengan cukup, kita akan merasakan gejala mudah lelah, lemas, dan berat badan naik. Bila tubuh kekurangan tiroid, metabolism akan berjalan lambat sehingga tubuh menjadi gemuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar